Memicu Konflik Pasca Penetapan Bacakades, Ini 4 Pernyataan Sikap IMMALA Kupang

- Kamis, 1 Desember 2022 | 08:16 WIB
Edwin Ardin Nahak Ketua Umum IMMALA Kupang.  (Foto: Ist)
Edwin Ardin Nahak Ketua Umum IMMALA Kupang. (Foto: Ist)

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) merupakan salah satu bentuk pesta demokrasi yang begitu merakyat. Pemilu tingkat desa ini merupakan ajang kompetisi politik yang begitu mengena kalau dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran politik bagi masyarakat.

Pada moment ini, masyarakat yang akan menentukan siapa pemimpin desanya selama 6 tahun ke depan. Banyak bentuk pesta demokrasi yang telah digelar dalam kehidupan politik kita sekarang. Pilpres, Pilgub, Pilkada Kabupaten/Kota, dan Pileg. Tak ketinggalan juga adalah Pilkades. Begitu menarik bagi saya untuk mengkaji lebih dalam tentang budaya pemilihan kepala desa ini.

Dalam pelaksanaannya begitu mendetail keterkaitan antara pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaannya. Sehingga, perlu ketelitian dari tiap calon pemilih dalam menilai calon pemimpin yang akan dipilihnya tersebut. Namun pilkades terasa lebih spesifik dari pada pemilu-pemilu di atasnya. Yaitu adanya kedekatan dan keterkaitan secara langsung antara pemilih dan para calon.

Baca Juga: Praktisi Hukum WSL: Tak Ada Masalah, Penetapan Bacakades Berlangsung Sesuai Perbup

Sehingga, suhu politik di lokasi sering kali lebih terasa dari pada saat pemilu-pemilu yang lain. Kedekatan pribadi, sering kali banyak dipakai atau dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menentukan pilihannya. Di sini unsur nepotisme masih begitu kental membudaya. Demikian juga dengan kolusi, hubungan baik dalam berbagai posisi juga banyak dijadikan sebagai unsur penentuan hak pilih. Demikian juga dengan unsur Money politik yang sering dijadikan iming-iming dorongan dalam pemilihan.

Di sini pendidikan politik perlu dikembangkan. Kerelaan berkorban untuk kepentingan desa yang juga merupakan bagian dari bangsa dan negara ini tentu perlu diwujudkan.

Pilkades merupakan bagian dari proses kegiatan politik untuk memperkuat partisipasi masyarakat. Sehingga, diharapkan akan terjadi perubahan yang signifikan di tingkat pedesaan. Semula kita hanya mengenal pesta demokrasi secara langsung berupa Pilkades ini, kemudian pelaksanaannya banyak keluar dari etika dan norma politik.

Baca Juga: Tahapan Pilkades Bagi 20 Bacakades di Malaka Tunda! Begini Kata Sekretaris Pansel

Dengan adanya Pilkades di harapkan masyarakat dapat terlatih untuk peduli kepada pemimpinnya, serta sadar terhadap apa, siapa, dan bagaimana pemimpin yang akan di pilih nanti.

Halaman:

Editor: Agustinus Andreas Tahu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nurani di Simpang Asli dan Palsu

Jumat, 27 Januari 2023 | 14:25 WIB
X