Festival Akarbilan Minat Banyak Orang, Heny Benu: Salah Satu Ciri Khas Pangan Lokal Malaka

- Rabu, 7 Desember 2022 | 11:32 WIB
Heny Benu Salah seorang Pegiat Kuliner Pangan Lokal.   (Foto: Andre Tahu/Kabar NTT )
Heny Benu Salah seorang Pegiat Kuliner Pangan Lokal. (Foto: Andre Tahu/Kabar NTT )

Malaka, Kabar NTT - Sagu sebagai salah satu pangan lokal yang sejak dulu digunakan sebagai makanan pokok yang menjadi sumber kecukupan kalori bagi masyarakat Malaka selain ubi jalar.

Sagu tumbuh secara alami di Daerah pesisir yang berair dan rawa yang menjadi tempat potensial. Sagu merupakan sumber pangan yang melimpah bagi masyarakat.

Di Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, Pemda menggelar 'Festival Akarbilan' makan sagu dengan cara pembuatan yang alami ini guna mengingatkan semua pihak untuk tetap menjaga dan melestarikan kembali mengenalkan benda-benda budaya yang mulai dilupakan seperti Nesun dan alu yang dulunya digunakan untuk membuat hasil olahan adonan Sagu menjadi Akarbilan.

Baca Juga: Program Desa KITA, Cakades Umakatahan Arlenci Seuk: Semua Yang Tak Tercapai Pasti Bisa

Heny Benu Sekretaris Camat (Sekcam) Weliman juga salah satu pegiat kuliner mengatakan kebijakan Pemda melakukan festival Akarbilan hendaknya memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

”Patut dilestarikan untuk generasi muda, anak-anak karena festival Akarbilan ini kita mempromosikan salah satu pangan lokal yang dimiliki juga menjadi ciri khas orang Malaka. Karena dengan sagu atau Akarbilan ini ada banyak manfaat yang bisa dikelola, selain isinya yang dimakan, bahan baku dari pohon tersebut dapat digunakan dalam sandang, pangan dan papan bagi kebutuhan manusia," ujarnya.

Sagu atau Akarbilan adalah pangan lokal yang sangat penting bagi masyarakat lokal untuk terus di konsumsi setiap hari. Menurutnya, sagu menjadi pangan lokal yang cukup kuat ketika berbicara sagu di Daerah, karena sangat tidak mungkin berbicara pangan yang sama sekali tidak ada ciri khas di daerah sendiri.

Baca Juga: Gagasan Bupati Simon dengan Sebutan 3K Direspons Positif

"Ajang festival makan sagu atau Akarbilan yang diselenggarakan oleh Pemda di pusat kota lapangan umum Betun, (6/12) mengingatkan kita sebagai masyarakat lokal untuk tetap mencintai pangan lokal kita tetapi juga bagi tua-tua adat agar senantiasa menjaga dan melestarikan sagu ini dengan baik,” katanya.

Halaman:

Editor: Agustinus Andreas Tahu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PT. TSL Memperingati Hari Ulang Tahun Yang Ke-11

Sabtu, 28 Januari 2023 | 17:11 WIB

Berpikir Global Dengan Identitas Lokal

Jumat, 27 Januari 2023 | 05:59 WIB
X