• Rabu, 7 Desember 2022

Dinilai Kades Umanen Lawalu Tak Mampu Urus SPJ, Ini Tanggapan Kadis PMD Malaka

- Rabu, 16 November 2022 | 20:28 WIB
Agustinus Nahak Kadis PMD Malaka.  (Foto: Pisto )
Agustinus Nahak Kadis PMD Malaka. (Foto: Pisto )

Malaka, Kabar NTT - Selama 13 bulan Kepala Desa (Kades) Umanen Lawalu Emanuel Bria Mali tidak membayar gaji perangkat Desa.

Menyikapi hal ini Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Malaka Agustinus Nahak mengatakan minta kepada Kades Umanen Lawalu yang sementara menjabat juga ikut mencalonkan diri sebagai Bacakades supaya memperhatikan hak perangkat, dan harus bertanggung jawab, karena itu uang negara yang harus diberikan kepada yang punya Hak. Apabila administrasinya tidak lengkap segera diselesaikan pada akhir tahun ini. Kalau tidak tahun depan tidak ada Silpa dan hangus baik Dana Desa (DD) maupun ADD. Itu harus, jika tidak maka perangkat tidak dapat Hak.

Kadis PMD menegaskan kades Umanen Lawalu harus fokus pada tunjangan perangkat desa untuk satu bulan ini, jika selesai akan hangus karena batas 22 Desember 2022.

Baca Juga: Kades Umanen Lawalu Wajib Dilaporkan, Netizen: Kita Mendukung

Dijelaskan bahwa terjadi macet seperti ini karena Silpa tahap III, dimana Silpa tahap III itu tidak dimasukkan dalam APBD murni, maka tidak dilayani termasuk tunjangan perangkat desa di anggaran murni.

Menurutnya saat ini, Sementara mulai proses uang ada di APBD, persoalannya kepala Desa terlambat mengurus maka jadi Silpa tahap III, apabila jadi Silpa maka dianggarkan di APBD perubahan, saat penetapan APBD perubahan, seluruh tunjangan perangkat desa menjadi Silpa tidak dimasukkan dalam APBD murni maka dalam perubahan baru dimasukkan.

"Sekarang sementara urus, apabila Desa Umanen Lawalu urus maka akan cair akan tetapi tidak di urus maka akan hangus karena batas sampai tanggal 22 Desember 2022," ungkapnya.

Baca Juga: Perangkat Desa Merasa Dirugikan, Diduga Kades Umanen Lawalu belum bayar Gaji Selama 13 Bulan

Lanjut Kadis Agus Nahak
Jika tidak tahun depan sudah hangus, termasuk murni tahun 2022 tidak dicairkan karena Silpa itu dulu baru murni. Sekarang mereka harus buru dalam waktu satu bulan .

Halaman:

Editor: Agustinus Andreas Tahu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X